Showing posts with label Dow Theory. Show all posts
Showing posts with label Dow Theory. Show all posts

Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 7 (Analisa Puncak dan Lembah Dalam Trend)

Leave a Comment
Analisa puncak dan lembah (Peak and Through) pada dasarnya digunakan untuk tujuan mengetahui trend dan reversal dari pergerakan harga suatu market. Tren tersebut baik tren naik maupun tren turun.

A. Trend Naik Vs Trend Turun

Tren Naik (Bullish)

Suatu tren dikatakan naik apabila harga selalu mampu melewati puncaknya (peak) atau Higher High dan selalu mampu membentuk puncak (peak) atau Higher High (HH) yang baru dimana puncak (peak) atau Higher High (HH) yang baru tersebut selalu lebih tinggi dari puncak atau Higher High sebelumnya. Kemudian dikuti oleh lembah (through) atau Low yang lebih tinggi dari Low sebelumnya (Higher Low/HL)

Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 6 (Hubungan Volume dan Trend)

Leave a Comment
Dow mengatakan, volume merupakan salah satu komponen penting dalam pergerakan di market, pada trend bullish, seharusnya diikuti pula oleh peningktan volume dan demikian pula ketika terjadi koreksi, seharusnya diikuti oleh penurunan volume.


Volume dalam pergerakan market, menunjukkan partisipasi publik (trader) dan sekaligus juga menggambarkan peningkatan kepercayaan market pada suatu saham ketika terjadi kenaikan harga yang diiringi kenaikan volume pada saham tersebut. Manakala pada trend bullish terjadi penurunan volume, mengindikasikan telah terjadi pelemahan pada trend tersebut dan investor telah bersiap untuk take profit yang bisa membuat gerakan koreksi atau bahkan reversal pada waktu berikutnya.


Selain itu, volume menggambarkan pula kekuatan supply dan demand terhadap suatu saham sebagai cermin dari kekuatan minat beli dan minat jual. Trend naik yang masih diikuti oleh volume yang meningkat atau paling tidak diikuti oleh volume yang stabil, menunjukkan bahwa demand atau minat beli terhadap suatu saham masih lebih banyak.

Namun demikian, Dow mengatakan volume tidak digunakan untuk memprediksi arah trend, tapi digunakan untuk mengkonfirmasi pergerakan harga, “Volume must confirm the trends”. Dia juga mengingatkan bahwa tanpa didukung adanya volume pergerakan volume yang searah denga tren pergerakan harga, kita tidak harus mempercayai arah gerakan dari market. Bisa disimpulkan bahwa volume bisa digunakan untuk mengukur apakah tren akan berlanjut atau akan berubah.


Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 5 (Trend atau Kecenderungan Pergerakan Harga)

Leave a Comment

A. Phase-Phase Pergerakan Trend

Tren pasar ada 3 fase, yaitu:
  • Akumulasi (accumulation) adalah tahapan dimana investor yang “cerdik” atau sudah mempunyai informasi terlebih dahulu, mengadakan pembelian atau penjualan saham secara perlahan – lahan. Pada tahap ini, harga saham cenderung tidak berubah (sideways trend) karena investor tersebut adalah minoritas sehingga kurang bisa menggerakkan pasar.
  • Fase ke dua adalah dimana investor yang lain mulai menangkap dan mengetahui tindakan investor pada fase pertama tadi. Akhirnya pasar mengikuti tindakan investor pertama untuk membeli atau melepas saham. Pada tahapan ini, terjadi perubahan harga yang sangat drastis karena hampir semua investor sudah melakukan tindakan yang sama. Fase ini berlanjut hingga para pengikut tren (trend follower) dan spekulan sudah mengontrol pergerakan harga saham.
  • Fase ke tiga yaitu dimana investor yang pertama mulai mendistribusikan kepemilikannya ke pasar. Investor mulai menjual atau membeli saham yang dibeli di awal, sebelum pasar melakukan adjustment atau koreksi pada harga. Trend follower yang terlambat melepas sahamnya, biasanya akan menderita loss.








Demikian pula jika diukur dalam kerangka waktu, tiga tipe tren, masing-masing 

Major Trend: Merupakan trend jangka panjang dari pergerakan market, biasanya ditentukan dalam kurun waktu minimal 1 tahun
Major trend
Major Trend


Medium trend: Merupakan kecenderungan pergerakan harga untuk kerangka waktu jangka menengah biasanya antara 2 minggu sampai 3 bulan dan merupakan gerak koreksi dari major trend (tren utama)
Medium Trend
Medium Trend


Minor trend: Pergerakan harga dalam kurun waktu pendek, biasanya dalam kurun daily dan sebagai gerak koreksi dari medium tren
Minor Tren
Minor Tren


B. Pergerakan Harga Telah Merefleksikan Segalanya (Price Discount Everything)

Menurut Dow, pasar telah mencerminkan semua informasi yang tersedia melalui harga. Harga merupakan akumulasi dari semua hal, ketakutan (fear), harapan (hope) dan ekspektasi dari semua trader. Begitu pula pergerakan tingkat suku bunga, harapan pada pendapatan, proyeksi pendapatan, pemilihan presiden, dan lain-lain semua sudah tergambar pada harga di pasar. Yang belum tergambarkan hanyalah kejadian yang tak terduga, seperti bencana alam, akan tetapi biasanya hal ini akan mempengaruhi tren jangka pendek. Tren utama tidak terpengaruh. Yang paling penting menurut Dow adalah bukan apa yang bisa menyebabkan harga bergerak saat ini tapi reaksi apa yang mungkin terjadi terhadap pergerakan harga saat ini.

Semua informasi yang sudah tercermin dalam pergerakan harga sesuai dengan teori difusi informasi. Difusi informasi diilustrasikan pada gambar di bawah ini:


Ilustrasi lain dapat dicontohkan pada saat suatu perusahaan hendak merilis laporan keuangannya, orang-orang yang tahu informasi tentang keadaan perusahan tentu saja orang-orang dalam perusahaan itu sendiri, ketika mengetahui kondisi perusahaan positif, mereka akan memberitahu orang-orang dekatnya untuk membeli saham perusahaan mereka dan harga akan bergerak naik. Kemudian datang orang-orang auditor dan orang-orang pajak, saat mereka tahu kondsi perusahaan tersebut, mereka akan mengambil momentum untuk membeli sahamnya lalu harga akan terus bergerak naik.

Berikunya orang-orang pers mendapatkan informasi tersebut, sebelum jadwal perilisan berita, mereka akan mencoba memanfaatkan informasi yang didapat untuk turut berpartisipasi membeli saham, dan harga semakin naik jauh yang berakibat serta nilai informasi semakin tereduksi.

Ketika berita tersebut dirilis di berbagai media, publik semakin banyak yang tahu, sehingga nilai informasi akan mendekati nol sementara harga masih terus merangkak naik. Dititik ini pembeli pertama mengawali melepas saham yang telah mereka beli untuk memperoleh keuntungan. Akhirnya ketika banyak orang melakukan aksi jual karena harga sudah dianggap tinggi dan profit sudah mereka rasakan cukup, maka harga cenderung akan berbalik turun (reversal) dan nilai informasi sudah benar-benar menjadi nol. (Dikutip dari artikel: The Dow Theory, Speaking The Truth About Technical Analysis, by: Aditya)

Terkadang terjadi anomali di market. Hamilton mencatat bahwa kadang-kadang pasar akan bereaksi negatif terhadap berita baik. Menurut Hamilton, alasannya sederhana: pasar melihat ke depan, pada saat berita akan dirilis. Ini menjelaskan aksioma Wall Street lama, "buy on rumor, sell on news".

C. Keterkaitan Pergerakan Harga Antar Sektor

Saat teori Dow dikembangkan pada pergantian abad 20 itu, rel kereta api memiliki kaitan penting dalam perekonomian sebagai alat transportasi suplai bahan dari pemasok bahan baku ke produsen (industri) dan sekaligus pula sebagai alat transportasi untuk mendistribusikan hasil produksi. Sebelum General Motors dapat meningkatkan produksi, baja lebih dulu perlu diangkut. Oleh karena itu, peningkatan usaha transportasi sebagai pertanda peningkatan kegiatan usaha industri. Dengan demikian ketika terjadi peningkatan laba usaha yang memicu kenaikan harga saham di sektor transportasi, akan diikuti pula oleh peningkatan yang sama pada sektor industri.

Dow dan Hamilton menekankan bahwa pada tren utama sinyal membeli atau menjual menjadi valid, ketika baik Industrial Average dan Transportions (Rail) Avarage saling mengkonfirmasi satu sama lain. Jika salah satunya membuat “new high atau new low”, maka harus segera diikuti yang lain. Yang demikian ini menjadi sinyal yang valid menurut teori Dow.




Kembali ke prolog Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow

Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 4 (KRITIK TERHADAP DOW THEORY)

Leave a Comment

Teori Dow tidak bebas dari kritik, sebagai sebuah teori ada kelemahan yang menyertai kelebihannya. Kritik terhadap Dow Theory yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa pada setiap pergerakan market yang trending, rata-rata jika menggunakan teknik ini kita telah ketinggalan hampir 20% dari pergerakan market. Memang pada beberapa kasus belakangan ini sudah dikembangkan metode optimasi agar bisa memperkecil ketertinggalan pergerakan itu. Salah satunya dilakukan dengan memperkecil time frame.


Pada pengembangan Dow theory selanjutnya mulai muncul adanya Elliot Wave Theory yang membagi trend menjadi tiga bagian yaitu wave 1,3, dan 5 Elliot Wave mencoba mengeleminir kelemahan-kelemahan dari Dow Theory. Selain itu untuk sukses menggunakan teori ini adalah mengetahui horizon investasi kita sendiri. Jika target kita adalah untuk waktu yang agak panjang, kita bisa melihat tren major yang terjadi pada saham tersebut. Namun jika target kita adalah harian, tren yang harus kita lihat adalah short swing. Tentu dibutuhkan juga konsistensi dan kesabaran menunggu hingga tren tersebut memberikan arahan yang jelas.



Kembali ke prolog Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow

Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 3 ( PERFORMA TEORI DOW )

Leave a Comment
Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Teknikal Analisis bisa dipakai sebagai salah satu metode untuk membangun portfolio dengan menggunakan market timing. Penelitian sederhana yang dilakukan oleh Norman Fosbeck menunjukkan bahwa “market timing” lebih bagus dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan Buy & Hold. Masalah sederhananya adalah kita harus benar-benar menguasai tekniknya.

Di maanagementfile.com, Arman Boy Manullang menceritakan kisah sukses temannya yang berinvestasi di pasar modal dengan hanya mengandalkan analisa trend dari teori Dow sebagai berikut, "Seorang teman saya semasa kuliah dulu membeli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada saat harganya terkoreksi ke level Rp 400. Kemudian dia menjual saham BUMI tersebut di harga Rp 3000 pada sekitar bulan September 2009. Satu jenis saham yang dipegang tersebut mengalami kenaikan hingga 650% dalam kurun waktu tidak sampai setahun. Luar biasa bukan? Padahal hanya mengandalkan analisa sederhana dan sedikit keberanian untuk masuk ke saham BUMI saat mengalami tekanan jual yang sangat hebat. Selebihnya, dia hanya sabar menunggu hingga melihat sinyal pembalikan arah terjadi."

Berikut hasil penelitian Norman fosbeck yang dilakukan dari tahun 1964-1984



Penelitian lainnya dilakukan oleh dilakukan oleh Jacquiline Doherty (The Truth About Timing)
dan dipublikasikan di Barrons (November 5,2001)



Lalu penelitian oleh Martin Pring dengan menggunakan metode Dow Theory
  • Dengan menginvestasikan $44 pada tahun 1977 dan mengikuti semua signal buy dan sell dari Dow theory, maka pada tahun 198 menghasilkan keuntungan sebesar $18000
  • Sementara jika menginvestasikan $44 dan hold portfolionya, maka pada tahun 1981 hanya menghasilkan keuntungan $960.



Kembali ke prolog Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow

Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 2 ( SEKILAS TENTANG TEORI DOW )

Leave a Comment


Dow Theory atau Teori Dow merupakan teori dasar dari analisa teknikal yang pertama kali dipublikasikan oleh Charles H. Dow (1851-1902) di 255 Wall Street Journal, Dow merupakan seorang wartawan sekaligus editor dari Wall Street Jornal serta pendiri Dow Jones and Company. Penelitian pertama Dow dilakukan dengan membagi saham-saham di Wall Street menjadi 2 kelompok, yaitu Industrial Index dan Trasportation Index. Dia mengatakan bahwa perkembangan industri pabrikasi otomatis akan diikuti pula oleh perkembangan industri transportasi, karena pabrik membutuhkan transportasi untuk mendistribusikan barang-barang hasil produksinya.

Berangkat dari asumsi bahwa jika keuntungan di industri transportasi meningkat maka secara tidak langsung menunjukan juga bahwa produksi dari industri pabrikasi dan permintaan dari konsumen meningkat pula yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan laba masing-masing perusahaan. Secara global hal ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat perekonomian suatu negara.


Setelah Dow meninggal dunia ada beberapa orang yang ikut berperan dalam mengembangkan Dow Theory berdasarkan tulisan yang di tulis oleh Dow di Jurnal Wall Street, mereka antara lain adalah, William P. Hamilton, Robert Rhea and E. George Schaefer.

Dasar Teori Dow
  1. Pasar memiliki tiga gerakan
  2. Tren memiliki tiga tahap
  3. Pasar saham telah menyerap (discounted) semua berita
  4. Rata-rata pasar saham harus mengkonfirmasi satu sama lain
  5. Tren harus dikonfirmasi oleh volume
  6. Tren diasumsikan berlaku sampai memberikan sinyal yang pasti

Poin-poin diatas digunakan sebagai dasar dalam ilmu Teknikal analisis. Aturan-aturan tersebut dikemukakan oleh Dow dan kemudian disempurnakan oleh para penerusnya.


Kembali ke prolog Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow

Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 1 ( Prolog )

Leave a Comment


Perkembangan dunia investasi di pasar keuangan dan derivatifnya akhir-akhir ini semakin marak, baik di pasar saham, obligasi, index saham, komoditi berjangka, serta tak ketinggalan pula di pasar valas dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan investor dan trader di sektor ini, semakin berkembang pula cara dan sistem yang digunakan dalam upayanya untuk mendapatkan keuntungan, baik secara fundamental maupun teknikal. Di antara sekian banyak pilihan yang ada, pada kesempatan kali ini, saya mencoba menyegarkan kembali tentang Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow.

Bahasan ini semata-mata mencoba untuk menyegarkan kembali tentang salah satu teknik analisa klasik yang telah berkembang sejak lebih dari satu abad yang lalu, di samping itu sebagai upaya untuk menghadirkan pilihan dari sekian banyak pilihan sistem dan teknik trading yang ada, khususnya bagi pengunjung forum indo mt5. Harapan saya kiranya dapat menjadi manfaat bagi kita semua.


Meskipun pada bahasan pada trit ini sebagian besar menggunkan teori Dow, namun demikian akan ada sedikit penambahan-penambahan. Berikut ini topik-topik bahasannya:


  • Phase-Phase Pergerakan Trend
  • Pergerakan Harga Telah Merefleksikan Segalanya
  • Keterkaitan Pergerakan Harga Antar Sektor
    • Trend Naik Vs Trend Turun
    • Keberlanjutan Trend dan Reversal
    • Support dan Resisten
    • Entry Buy dan Entry Sell
    • Target Take Profit dan Stop Loss