Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow - Bag. 3 ( PERFORMA TEORI DOW )

Leave a Comment
Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Teknikal Analisis bisa dipakai sebagai salah satu metode untuk membangun portfolio dengan menggunakan market timing. Penelitian sederhana yang dilakukan oleh Norman Fosbeck menunjukkan bahwa “market timing” lebih bagus dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan Buy & Hold. Masalah sederhananya adalah kita harus benar-benar menguasai tekniknya.

Di maanagementfile.com, Arman Boy Manullang menceritakan kisah sukses temannya yang berinvestasi di pasar modal dengan hanya mengandalkan analisa trend dari teori Dow sebagai berikut, "Seorang teman saya semasa kuliah dulu membeli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada saat harganya terkoreksi ke level Rp 400. Kemudian dia menjual saham BUMI tersebut di harga Rp 3000 pada sekitar bulan September 2009. Satu jenis saham yang dipegang tersebut mengalami kenaikan hingga 650% dalam kurun waktu tidak sampai setahun. Luar biasa bukan? Padahal hanya mengandalkan analisa sederhana dan sedikit keberanian untuk masuk ke saham BUMI saat mengalami tekanan jual yang sangat hebat. Selebihnya, dia hanya sabar menunggu hingga melihat sinyal pembalikan arah terjadi."

Berikut hasil penelitian Norman fosbeck yang dilakukan dari tahun 1964-1984



Penelitian lainnya dilakukan oleh dilakukan oleh Jacquiline Doherty (The Truth About Timing)
dan dipublikasikan di Barrons (November 5,2001)



Lalu penelitian oleh Martin Pring dengan menggunakan metode Dow Theory
  • Dengan menginvestasikan $44 pada tahun 1977 dan mengikuti semua signal buy dan sell dari Dow theory, maka pada tahun 198 menghasilkan keuntungan sebesar $18000
  • Sementara jika menginvestasikan $44 dan hold portfolionya, maka pada tahun 1981 hanya menghasilkan keuntungan $960.



Kembali ke prolog Analisa Teknikal Klasik Menggunakan Teori Dow

0 comments:

Post a Comment